Senin, 14 April 2014

Oemah Musik _ Hari Itu

Maret 2014

Bukan hari spesial ataupun hari istimewa, hanyalah hari biasa. Seperti kehidupan biasa, satu hal yang mungkin membuat hari itu terasa berbeda, hari pertama kalinya aku akan mengikuti ujian praktek musik. Jantung berdegup dan yah, keringat dingin, apalagi aku salah seorang yang mudah grogi dan nervous. Penilainya adalah seorang dosen dari ISI, terlihat pro dalam hal musik. Aku makin gugup.

Spesialis keyboard, tingkat I, masih sangat pemula, memainkan musik beraliran jazz. Jazz yang asing di telinga dan jazz yang sulit dimainkan. Memainkan Mind Trick oleh Jemmie Cullum, bermodalkan dasar-dasar chord yang sudah diajarkan oleh Mas Danil selaku guru privatku, semoga saja hasilnya baik, *hanya itu yang kuharapkan*


Aku, Annies, Pak Penilai, Dyah


Rabu, 01 Januari 2014

When Green is Everything

Greeeeennnn ....

I love this color. Why? Just a simply reason, that's my favorite color, also because green is calm. In me, green is everything. Color of many plants, leaf, and grass ...

Essentially, I like plants, they are green, they give me and humans life. They give the best for us, pleasure, lull, and raciness. Green always realizes me that, how importance of plants for being human life.

My dad likes go out for seeing paddy field by bicycle.

At morning, I, my sisters and my dad rode the bicycle. The destination is Bulaksari paddy field. We were pedalling our cycle while I was shooting our travel by handycam. 'Sugoi'.

When we arrived at destination, hemm ... the paddy field is so wide, green, and the air is very mild. I have many beautiful backgrounds for snapshoting with my SLR and handycam. And I felt like I was a professional photographer. Actually, the scenery is too picturesque, that's made the picture that I took so beautiful. Hehe ...

We were playing with dry paddy, or sometimes I plucked a stalk of paddy, just one stalk. Than, my sister stylized with that stalk of paddy, and I snapshot her with SLR.

I took many pictures with different backgrounds, and the photos was extraordinary. I haven't taken this type of picture yet. Hopefully, this will be my perfect snapshot ever.

Thank you green. You have made my snapshot really amazing ...


Sabtu, 28 Desember 2013

Barbies Fashion - Bun Today

Untidy ...
Found barbies when I had cleaned the room. Under the teak bench, there was a box full of barbie dresses, but I didn't find the barbies. I shouted Farah (my little sister), "Farah, where did you put the barbies?"

She answered with snap intonation, "In my red bag."

Okay, I and Nana found three barbies, but there wasn't any mine, so I asked once again to Farah, "Did you see my barbies? Mermaid and coarse hair?"

Again, she shouted me, "No, I didn't. I am not playing your barbies at all."

Fine, I believed that my little sister lied to me. Two of my favorite barbies must be played by her. No wonder, I am sure that she had hidden my barbies. So we tried to search by ourselves, and finally we only got one barbie, my Mermaid. A few minutes letter, I got one again, but it was not my coarse hair, it was the cheap one. Yeah, no problem.

Look at all barbies, really in a mess. The hair was so terrible, like a lion. So we must make over all the barbies. Look of the day, BUN.

Dress, check it. Make up, check it. Accessories, check it. Hair bun, check it. Show up, FASHION BARBIES - BUN TODAY.

What do you think is the best style for Fashion Barbies?


"Look at us, beautiful and glamour!"




Keep your sweet smile, smile like models.




Queen Dazzle




Roseate




Madame Exo




Lolita




Blossom







Nosegay of White Edelweiss

Untidy ...
My house looks terrible. Mother asked me to move all the books in my personal bookcase. Look, what did I find? I found a nosegay of edelweiss, perennial flower. My sister bought it for forty thousand rupiahs and it was bought from florist in Dieng Plateau, Central Java, Indonesia.

My sister likes something weird, weird stuff. When her eyes stared at something that she thought 'it is unique' then she would try to get and have it. "It must be mine," she said that word with passion. I just shrug, "Do it! Asked umi to have some money, then buy it." I adviced her.

With sparkling eyes, stared at beautiful nosegay, white edelweiss, she asked the florist for the price and report about it to mother, asked for opinions, then they decided to bargain the price. Okay, edelweiss now is being ours. My sister smiled and said such a wonderful words, "Edelweiss is perennial flower. The florist took it from high peak of mountain. And now, without climb for reaching the high peak, I can have it for cheap cost. Luckily."

Thanks God, it is also my first time to see this nosegay. Beautiful, charming, elegant, white perennial flower. EDELWEISS.

#notes from Dieng Plateau#visitIndonesia



Jumat, 27 Desember 2013

WOWWWWW
Sebenarnya aku rada kaget, kesurupan apa coba tiba-tiba pengen editing video, WHAHAHAHAHA ... Video di post sebelumnya itu originally tanganku, menurutku sendiri sih masih aneh, acak-acakan, kacau, jelek pulak #jelekinhasilsendiri# tapi ada rasa bahagia dan puas tiap berhasil menyelesaikan editing video. Kalau belum selese, rasanya hati jadi galau nan tersendat-sendat #alay# tapi memang iya sih, pengennya itu cepetan diselesein dan hasilnya perfect #PLAK# ngimpi aja sanah!

Se-perfect apapun, tetap saja tak bisa mengalahkan para editor profesional. Hasil mereka four thumbs dibandingkan sama aku yang belum ada apa-apanya, haha, levelku mah masih jauuuuuhhhh di bawah tangga, meraih puncaknya saja sudah bikin ngos-ngosan #ngomonginapasih#

Sebenarnya hobi kayak ginian itu dah dari dulu sih, gak kepengen jadi editor, cuma iseng pengen ngedit aja #kebiasaangakadakerjaanlain# Awalnya seneng buat movie maker, pake software windows movie maker yang sudah tersedia di laptop, terus ngedit foto jadi video, yah kayak gitu lah, standar banget kan, mainstream pulak.

Nah semakin kesini-kesini, aku mulai debut pertama mengedit full video, bukan foto --> video lagi. Lah ini nih, tantangan, challenge gitu loh, ternyata susah-susah gampang, senang-senang stress. Jadi gini nih cerita mulanya :

Suatu hari, aku membuka youtube dan mencari video yang berbau Kanata Hongo dan aktor aktris jepang kesukaanku. Entah kena mantra apa, setiap ngeliat video editan mereka semua (para editor) terlihat cool, keren, bagus,  mereka ngeditnya tingkat tinggi banget. Mereka kebanyakan bikin grup seperti Mayunata (Mayuko Fukuda x Kanata Hongo) atau Kamishi (Kamiki Ryunosuke x Shida Mirai) atau Mayushi atau apalagi tuh, jadi grup-grup seperti itu suka ngedit video baik yang diambil dari video clip, movie, dorama, lalu di crop dan disambung-sambungkan lalu ... #-_-"# intinya itu dari movie yang berbeda bisa menjadi suatu video yang memiliki rangkaian cerita yang nyambung, dan itu keren banget. Itulah inspirasi pertamaku, berkat mereka-mereka hobi anehku akhirnya bangkit.

Jujur saja, setelah mencoba berkali-kali, ngedit full video itu lebih susah, udah kayak gitu kadang alur ceritanya acak-acakan, perbedaan background film juga bikin kacau, tapi kalau sudah diniatin aku gak akan mengalah, pokoknya harus sampai kelar, meskipun gak perfect sih, no problem, just for hobby.

Dan ...
Barusan aja dua jam yang lalu aku berhasil meng-upload video perdana, yahhhuuuuu !!!!!! Bikinnya aja dari kemaren sih, tersendat-sendat dan sukses jadinya, meski gak perfect, setidaknya di bawahnya perfect lah, haha. Dan aku paling suka ngedit trailer film, pemerannya yang tak ganti, ahayyy, asyik banget pertama ngeliatnya, ngguyu-ngguyu sendiri, cengengesan, hanya gara-gara SUKSES MEMBUAT TRAILER DENGAN ALUR CERITA BERBEDA DAN DENGAN ARTIS KESAYANGANKU. Langsung saja, ini dia perdana video-video dari sekian banyak hasil editing video. ENJOY WATCHING, HOPE YOU LIKE IT!

Just for fun ^_^
a parody trailer of "Confessions of a Shopaholic"
Cast from Itazura na Kiss
Please, subscribe!




i really love both of them, Kanata Hongo and Mayuko Fukuda. This video is parody of trailer The Art of Getting By. Fanmade.

Rabu, 25 Desember 2013

Check OUT this videos!

Halo halo,
Recently, I have been uploaded many videos on youtube. By the way,  video yang baru saja ku-upload ini adalah FANMADE VIDEO. The casts are Mayuko Fukuda, Kanata Hongo, Ei Morisako, Shintaro Morimoto, and Maika Yamamoto. Setelah nungguin nyampe berjam-jam, akhirnya kelar juga. Oke, check out this videos! Enjoy watching, hope you like it.

Dan dua videonya lagi, silakan check: "Winter Love" dan "When You're Ready Come and Get It"


Senin, 14 Oktober 2013

Resensi Buku


AA. IDENTITAS BUKU
Judul Buku                    : Pekalongan Inspirasi Indonesia
Penulis                         : Abhan Misbach, dkk.
Penerbit                        : Pemerintah Daerah Pekalongan bekerja sama dengan
                                      The Pekalongan Institute & Kirana Pustaka Indonesia.
Tahun Terbit                  : Cetakan I, April 2008.
Tebal Buku                    : 457 halaman.
Nomor ISBN                  : 979111885-x

BB. JUDUL RESENSI
Citra Pekalongan dalam Sepotong Kenangan
CC. IKHTISAR ISI BUKU
Pekalongan, kota di pesisir utara Jawa Tengah ini memiliki banyak kebudayaan dan keunikan. Bahasanya yang khas antara bahasa jawa halus dengan bahasa jawa ngoko, membuat bahasa Pekalongan nampak beda dari bahasa jawa kebanyakan. Makanan tradisionalya adalah megono dan taoto. Masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, perikanan, dan perindustrian batik. Tidak hanya insutri batik saja yang berkembang, bahkan Pekalongan berhasil membuat brand ternama yang mendunia dengan hasilnya berupa sarung tenun ‘Gajah Duduk’. Mendunianya brand tersebut menjadi cikal untuk meningkatkan citra Pekalongan agar terus mengembangkan brand-brand ternama lainnya.
Sukses dalam bidang perindustrian, Pekalongan juga kembali membawa namanya tersebut ke tingkat nasional dengan membangun Museum Batik. Museum tersebut dibangun sebagai perwujudan masyarakat Pekalongan yang menganggap bahwa membatik adalah bagian dari kehidupannya. Pembangunan Museum Batik yang tak mudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan juga para aktivis batik ini awalnya hanyalah rumah biasa dan sempat berpindah dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya. Setelah usaha pemerintah dan para aktivis batik yang terus menerus didukung oleh masyarakat pecinta batik, pengusaha batik, dan dukungan dari pihak lainnya, akhirnya Pekalongan berhasil membangun sebuah museum bertaraf nasional yang diresmikan pada tanggal 12 Juli 2006 oleh Presiden Indonesia secara langsung yang hadir di Pekalongan bersama ibu negara, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono. Sebuah kebanggaan karena setelah terbentuknya museum ini, banyak para kolektor batik yang menyumbangkan batik-batiknya untuk dipamerkan dan dijadikan aset milik Museum Batik.
Dibalik kuseksesan tersebut, ternyata informasi yang berkaitan dengan Pekalongan masih sulit ditemukan di situs-situs internet. Hal ini tentu menyusahkan para wisatawan ataupun orang-orang yang akan mengunjungi Pekalongan sebagai kota batik dunia. Penyediaan informasi tentang Pekalongan tidak hanya dibutuhkan untuk mempermudah pencarian informasi tentang seluk beluk Pekalongan, tetapi juga berarti bagi catatan sejarah terhadap apa yang terjadi di Kota Pekalongan selama ini. Untuk mendokumentasikan catatan-catatan penting tersebut, maka peran perpustakaan sangat berharga sebagai tempat penyimpanan arsip budaya-budaya dan penghubung komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Kurangnya promosi melalui bidang teknologi juga dimungkinkan karena fasilitas internet yang sudah ada kurang diminati oleh masyarakat dalam mendokumentasikan ataupun membuat tulisan tentang Pekalongan. Faktor lainnya yang memungkinkan adalah karena ketertinggalan Indonesia dalam hal teknologi.
DD. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU
Buku “Pekalongan Inspirasi Indonesia” merupakan buku kumpulan kisah inspiratif yang dikarang oleh Abhan Misbach, dkk. Buku terbitan dari Pemerintah Kota Pekalongan ini termasuk salah satu jenis buku non fiksi yang memuat kisah-kisah berdasar pengalaman para penulis yang ditulis dalam bentuk kisah inspiratif.
Buku ini memuat bab-bab yang mengisahkan seputar Pekalongan, kehidupan sosial, masyarakat, dan budayanya. Diantara banyaknya bab-bab tersebut, bab “Citra Pekalongan dalam Sepotong Kenangan” merupakan bab yang akan diresensi. Pada bab ini juga masih terdapat subbab-subbab, diantaranya adalah :
1.     Dengan Pengelolaan Informasi yang Sistematis : Pekalongan Bukan Sebatas Kota Kenangan oleh Labibah Zain Yahya, M.A.
2.     Gajah Duduk dan Citra Kota Pekalongan oleh Maryati, S.H, M.Si.
3.     Selayang Pandang Museum Batik di Pekalongan oleh Ir. MM. Sumarni, M.M.
4.     “Click” untuk Pekalongan oleh Muhammad Ani Sofyan.
Buku dengan tebal 457 halaman ini merupakan karya asli dari para penulis yang didasarkan pada kebenaran tentang Kota Pekalongan dan kehidupan masyarakatnya. Sampul buku ini sangat menarik dengan warna netral nan tegas, hitam, putih, merah. Warna tersebut cukup untuk membuat para pembaca yang melihat sekilas sampul ini akan langsung tertarik dan penasaran dengan warna sampul yang terlihat berani dan tegas tersebut. Selain warna latar sampul, gambar yang tertata pada sampul juga tidak terlalu ramai, terlihat simple tapi juga mengisyaratkan ‘mewah’ dengan gambar abstraknya.
Kertas yang digunakan dalam buku tersebut merupakan kertas putih. Kertas untuk sampul buku juga dibuat lebih tebal sehingga menjaga buku dari kerusakan seperti robek ataupun terlipat. Tulisan terketik rapi dengan susunan yang teratur, namun ada beberapa penulisan yang kurang jelas cetakannya dan adapula beberapa kesalahan dalam pengetikan, sehingga membuat para pembaca sedikit bingung dalam memahaminya.
Pada subbab Dengan Pengelolaan Informasi yang Sistematis : Pekalongan Bukan Sebatas Kota Kenangan oleh Labibah Zain Yahya, M.A terdapat cukup banyak jargon komputer yang berhubungan dengan internet. Tidak hanya itu, pada subbab ini, cerpenis pecinta theater tersebut juga banyak menggunakan kata-kata dalam bahasa jawa yang tidak dijelaskan maksud dari kata tersebut. Hal ini tentu membuat para pembaca semakin bingung dengan adanya jargon-jargon tersebut, baik jargon dalam bahasa inggris maupun dalam bahasa jawa. Pustakawan yang lahir di Klego tersebut juga menjelaskan masalah-masalah yang berhubungan dengan pemanfaatan fasilitas internet sebagai upaya untuk menunjang pariwisata dan dokumentasi Kota Pekalongan. Kecintaannya dalam dunia internet dan menulis, berhasil menarik perhatian para generasi muda untuk terus mengembangkan Pekalongan dengan memanfaatkan fasilitas internet, seperti tercapainya pembangunan perpustakaan digital oleh Perpustakaan Pekalongan.
“Click” untuk Pekalongan oleh Muhammad Ani Sofyan juga menggunakan beberapa jargon dalam bidang teknologi. Dengan banyaknya penggunaan jargon tersebut, pembaca akan sulit memahami dan sukar menerimanya. Praktisi Teknologi Informasi tersebut juga menerangkan sisi Pekalongan dilihat dari perkembangan ilmu di bidang teknologi. Pria kelahiran 1973 yang menjadi Penggerak open source di Pekalongan tersebut memberi banyak inspirasi untuk kemajuan Kota Pekalongan dengan memanfaatkan teknologi, baik di bidang pendidikan, pemerintah, maupun sumber dayanya.
Lain halnya dengan subbab Gajah Duduk dan Citra Kota Pekalongan oleh Maryati, S.H, M.Si. dan Selayang Pandang Museum Batik di Pekalongan oleh Ir. MM. Sumarni, M.M. yang menuliskan kisah-kisah inspiratif dengan menggunakan bahasa sehari-hari yang segar dan tidak membuat para pembaca bertanya-tanya. Bahasanya jelas dan mudah dipahami oleh pembaca awam, terasa ringan tapi juga berbobot setiap katanya, membuat pembaca yang membacanya tahu akan maksud yang disampaikan penulis dalam kisahnya tersebut.
Dalam subbab Gajah Duduk dan Citra Kota Pekalongan, perempuan yang menjabat sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemda Kota Pekalongan tersebut memberikan inspirasi kemajuan Pekalongan dalam sektor industrinya, ia juga menegaskan bahwa Pekalongan harus bangga menjadi kota dengan industri batik terbesar di Indonesia bahkan di dunia.
Ir. MM. Sumarni dalam subbab Selayang Pandang Museum Batik juga memberikan informasi yang lengkap, rinci, dan jelas mengenai jalan pembangunan Museum Batik dari masa ke masa.
Keempat subbab dalam bab “Citra Pekalongan dalam Sepotong Kenangan” memiliki ciri khas para penulisnya dalam menuliskan kisah-kisahnya tersebut. Semua subbab kisah tersebut memberikan ide-ide segar untuk menginspirasi para generasi muda dalam menghadapi masalah-masalah seputar perkembangan zaman yang akan menimpa Pekalongan. Para penulis juga menyampaikan ide-ide mereka dan memberikan pesan positif kepada masyarakat Pekalongan untuk bangga terhadap Pekalongan dan tetap menjaga citra serta keutuhan budaya dan sosial masyarakatnya.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh pembaca segala umur. Buku ini banyak memuat kisah-kisah inspiratif yang membangun sikap kejiwaan dan cinta tanah air bagi yang membacanya untuk terus mengeluarkan ide dan inspirasiya untuk membangun Pekalongan. Inspirasi tersebut tidak hanya untuk membangun Pekalongan, tetapi juga untuk membangun Indonesia dengan segala keragaman budayanya.

BY : Aldeka Kamilia Mufidah